Wednesday, 3 May 2017

Pengalaman Naik Kereta Api Kelas Ekonomi 2010



2010 naik kereta api kelas ekonomi, saat itu ada acara naik gunung sama anak-anak satu geng. Karena lokasi gunungnya jauh, jadi kami putuskan untuk naik kereta.

Sang komando menginstruksikan naik kereta ekonomi jurusan Bandung - Kediri (kalau tidak salah), nama keretanya juga lupa. Harga tiket per orangnya 48.000. Hah saya kaget, murah banget tiketnya. Saya naik dari stasiun Tasik Kota menuju Solo Balapan. Tiket sudah ditangan dan tinggal menunggu waktu kedatangan kereta.

Dalam hati berpikir, bakal asik nih naik kereta. Pukul 01.45 wib kereta pun datang, masuklah saya. Saat sudah dalam gerbong, halah kok kursinya penuh semua, saya duduk dimana ini. Sambil membawa tas gunung yang super berat, saya clingak clinguk nyari kursi kosong tapi yang terlihat hanya kursi yang berisi muka-muka kusam para penumpang yang sedang molor. Akhirnya saya terpaksa harus berdiri ditengah-tengah kursi yang penuh. Halah.

Yasudah, saya pikir saat itu mungkin didepan bakalan ada orang yang turun dan saya bisa ngisi kursi yang ditinggalkan. Namun apa yang terjadi, disetiap pemberhentian bukannya ada yang turun tapi malah banyak yang nambah naik. Alaah kereta makin sesak dan pengap dengan bau apek ketek-ketek penumpang. Semakin jauh memasuki wilayah Jawa , semakin banyak yang naik. Semakin sulit bergerak dan semakin memusingkan. Bayangkan jam-jam tidur nyenyak bermimpi ria tapi ini harus berhadapan dengan desak mendesak dalam kereta. Ya Tuhan, hati mulai gelisah tak karuan, jangan-jangan bakalan berdiri sesak begini sampai Solo.

Jam makin pagi, isi kereta makin aneh dan mencengangkan. Saya sempat shock dan sedikit stres. Didalam kereta mulai bermunculan pedagang. Ada pedagang nasi kuning, mie rebus, pop mie, roko kopi, lanting jajanan jawa, acessoris, kain, batik, kue basah dan lain-lain. Ada juga pengemis, tukang sapu dan lain-lain. Alamaak pertama kali naik kereta, langsung disuguhi pemandangan beginian. Ini sih bukan angkutan umum tapi lebih mirip barak (camp) nazi yang dipenuhi manusia-manusia sekarat. Ini seperti medan perang, bukan sebuah angkutan.

Saking penuh sesaknya, saya tak bisa lagi bergerak sekedar untuk menggaruk pantat yang gatal. Para pedagang dan pengemis terus berlalu lalang bolak balik menjajakan dagangannya silih berganti. Saya pikir ini kereta angkutan apa bukan si?. Ini kok kereta gini amat ya!. Ini perkeretaan punya aturan ga si?. Saya ini bukan binatang lho, saya ini manusia pengguna angkutan umum yang butuh pelayanan. Ini pemerintah ngapain aja si dikantor, jangan-jangan kerjanya cuma madang doang. Ah sudahlah.

Makin lama saya semakin pusing, pegel dan ingin muntah. Sudah setengah dari perjalanan saya berdiri. Ternyata kereta ekonomi itu lambat kaya keong, lelet. Dulu saya berpikir kalau kereta itu ngebut dan cepat sampai, tapi ternyata tidak. Kenyataannya super lemot. Oh mungkin karena kereta ekonomi kali ya.

Hari terlihat semakin terang, saya mulai bergerak mencari udara segar. Namun yang terjadi, penumpang lain semakin agresif. Saya mulai terdesak dari posisi nyaman, saya semakin terseret oleh arus pergerakan penumpang lain dan pada akhirnya saya terpojok di wc kereta yang sudah rusak. Alamaak bau bener wc nya. Saya tersingkir dari posisi semula. Semakin jauh dari posisi teman geng saya.

Stres, ingin marah dan kesal. Tersiksa dengan bau wc. Kereta tak kunjung kosong. Saking pusingnya, saya sampai ketiduran di wc. Tuhan mungkin masih sayang kepada saya, saya diberi tidur setengah pulas untuk melewati setengah lagi siksaan ini. Berkat tertidur, saya berhasil melewati sisa siksaan ini. Saya lupa dengan temang geng saya, entah dimana mereka, mereka tak terlihat karena kereta super penuh.

Suara solo balapan pun terdengar, nah ini tujuan saya. Alhamdulillah skhirnya sampai juga. Selamat tinggal kereta mengerikan, selamat tinggal neraka jahannam.

Konon saat ini kereta ekonomi sudah membaik, rapi dan lebih manusiawi. Entahlah, saya belum naik kereta lagi setelah itu. 

Monday, 13 March 2017

Persyaratan Membuat SIM C dan Pembayaran Pajak Motor



Persyaratan membuat SIM C di Kabupaten Kuningan:

Dengan jalan Tes:
1. Membuat kartu sidik jari Rp. 10.000,-
2. Tes kesehatan Rp. 32.000,-
3. Fotocopy KTP 2 lembar Rp. 2.000,-
4. Isi formulir pendaftaran
5. Mengikuti tes tulis
6. Mengikuti tes praktek (mengemudi)
7. Jika lolos maka akan dilanjutkan dengan sesi pemotretan dan membayar biaya administrasi Rp. 100.000,-


Dengan jalan nembak (calo)

1. Membuat kartu sidik jari Rp. 10.000,-
2. Tes kesehatan Rp. 32.000,-
3. Fotocopy KTP 2 lembar Rp. 2.000,-
4. Isi formulir pendaftara
5. Pemotretan dan bayar biaya administrasi Rp. 500.000,- (dulu mah Rp. 400.000, sekarang naik :D )




Persyaratan membayar pajak motor tahunan di Samsat Kabupaten Kuningan:

1. Fotocopy KTP 2 lembar (lampirkan juga yang aslinya) Rp. 1.000
2. Fotocopy STNK 2 lembar (lampirkan juga yang aslinya) Rp. 1.000
3. Fotocopy struk pembayaran tahun lalu 2 lembar (lampirkan juga yang aslinya) Rp. 1.000
4. MAP warna biru Rp. 4.000 (isi formulir MAP nya dengan identitas lengkap anda)
5. Nomor 1 s/d 4 sudah disediakan di kantor Samsat bagian fotocopian
6. Pajak motor tahun sekarang naik Rp. 10.000 dari jumlah pajak tahun lalu


*) Catatan:

1. Untuk memperpanjang STNK dan Plat Kendaraan 5 Tahun, persyaratannya tinggal ditambah fotocopy BPKB kendaraan dan melakukan pemeriksaan rangka kendaraan (gratis). Kalau dulu bayar Rp. 5.000
2. Untuk plat kendaraan yang baru, biasanya saat ini tidak bisa langsung jadi karena kadang besi plat stock nya kosong. Tapi jika beruntung, plat nya bisa langsung jadi hari itu juga. Dulu bayar Rp.5.000, kalau sekarang mungkin sama :D


Semoga bermanfaat.

Tuesday, 7 March 2017

Ser Banser (NU), Nasibmu



Hmm... Seketika hatiku terhenyut membaca tulisan Pak Muhammad Sholihin di facebook, beliau mencurahkan pengalamannya dekat dengan Banser-banser NU yang ikhlas bela Agama Gusti Alloh dan perdamaian bangsa. Semoga Gusti Alloh selalu melimpahkan segala Rahmat dan Karunianya kepada para Banser, Aamiin Ya Alloh.

Setelah meminta izin untuk copas tulisannya, selanjutnya saya sajikan dalam uraian dibawah.

Pemilik tulisan ini adalah Bapak Muhammad Sholihin
https://www.facebook.com/muhammad.sholihin.7792?fref=ufi&rc=p
***


Sebagai Nahdliyyin saya sering bersentuhan dengan Banser. Pengajian rutin, akbar, karnaval, penanggulangan bencan, mantu sampai parkirpun mereka terlibat. Duh saya sebagai warga negara merasa kapiran kalau tidak ada Banser.


Saya sering iseng menggoda mereka dengan meminta rokok, "Mas minta rokoknya mas" kataku. Mas Banser inipun meraba-raba kantongnya di baju tebal seragamnya. Satu menit kira-kira dia baru berhasil mengeluarkan bungkusan rokok. Ketika disodorkan padaku ternyata tinggal dua batang yang sudah bengkong hampir putus karena tertekan-tekan dalam kantong sempitnya. Itupun JISAMSU yang dapat dihisap sampai batas maksimal karena tidak berfilter.



Aduh... Gagah-gagah demikian rokoknya eceran. Betul juga guyonan KH. Hasyim Muzadi, mereka hanya mampu membeli rokok eceran. Dalam acara-acara pengajian dan lainnya merekapun diberi konsumsi paling akhir, ya itupun kalau snack dan makanan berat sudah cukup untuk tamu-tamu dan jamaah tentunya. Kalau tidak ya makan seadanya.



Pernah ketika saya ndereake pak kiyai di kabupaten Semarang, dijemput delapan Banser yang menaiki empat motor. Ada yang gendut, gagah tapi motornya bebek kuno Yamaha. Untuk melancarkan perjalanan kiyaiku, empat pembonceng membawa peluit satu-satu. Mereka meniup bergantian untuk menyibak kemacetan jalan. Yah jangankan sirine, sumpritan saja kayaknya sudah berkarat.



Bayangkan, malam mengawal dan mengamankan acara, pagi mereka harus bekerja mencari nafkah. Ada tukang panggul, buruh tani, buruh pabrik, guru, tukang batu atau kuli batu. Demi khidmah pada guru dan kiyai mereka rela berpayah-payahan. Mungkin dirumahnya hanya tersedia beberapa liter beras saja. Tapi juga ada dosen, pedagang, dan bahkan doktor yang golongan ini sebagai pendonor cigarete atau jajan mereka.


Selama ini kemanapun saya blusukan di Jateng selalu menjumpai Banser. Setiap keramaian di pantura maupun jawa bagian selatan. Dalam penanggulangan bencana, Masya Alloh tanpa upah tanpa bayaran mereka berkhidmah pada masyarakat dilapisan apapun.

Hah... Kalau sejarah perjuangan membela negara janganlah bertanya lagi. Cikal bakalnya selalu aktif melawan penjajah. Apalagi masa revolusi 65, betapa besar jasanya meskipun setelah lahir orde baru mereka digencet segencet-gencetnya. Namun tak melawan tak mengeluh, tetap berkhidmah pada masyarakat.

Kini ketika NKRI terancam, merekapun tak mau bertumpang dagu pura-pura dungu. Nahi munkar dengan mencegah provokator kerukunan umat yang berkoar-koar di masjid. Mereka tidak tega ulamaknya diperolok-olok dan dijelek-jelekkan sebagai ahli bid'ah. Mereka tidak rela Pancasila sebagai kesepakatan ummat dilecehkan. Bukan hanya rokok dua gelintir taruhannya, tapi juga nyawa mereka.

Hah anehnya, pak Prof. Mahfud sang guru besar yang dikagumi mereka malah melihat sinis. Menyayangkan mereka dan dikabarkan di seantero dunia lewat tweetnya. Aduh kasian kang-kang banser, jasamu tak terlihat dari penggede-penggede jakarta yang selama ini kita tokohkan. Tapi saranku jangan surut, penghargaan Gusti Alloh Ta'ala jauh lebih besar dari pujian seorang pengamat. Lillahi ta'ala lillahi ta'ala.

Semoga amalmu diterima oleh Gusti Alloh, dan rizqimu lancar sehingga dapat memondokkan atau menyekolahkan anakmu sampai jadi profesor, dan yang jelas semoga rokokmu tidak dibeli dengan harga eceran. 

Niku dawuh Yai Ubed Suriyah Jateng.
Bravo Banser.

Wednesday, 30 November 2016

Download Kitab Tafsir Al-Qur'an Al-Jalalain


Saya punya koleksi Buku Tafsir di laptop, buku Tafsir Al-Qur'an Al-Jalalain. Ini dikasi oleh temen yang nyantri di Priangan dan sampai sekarang masih tersimpan rapi di laptop. Bentuknya aplikasi digital dan menurut saya ini wajib dimiliki kalian sebagai seorang muslim untuk dipelajari.

Yang minat, silakan download disini.

Sejarah singkat mengenai penyusun kitab ini;
Tafsir Al Jalalain adalah tafsir ringkas yang ditulis oleh dua orang Al hafidz/Al hafidzaan, yaitu Al Hafidz Al Mahali dan Al Hafidz As Suyuthi. Mereka berdua digelari dengan Jalaluddin, oleh karena itu dinamakan Al Jalalain, yaitu tafsir dari Jalaluddin Al Mahali dan Jalaluddin As Suyuthi. Kemudian karena Jalaluddin Al Mahali meninggal dunia sebelum menyelesaikan tafsirnya tersebut maka diselesaikan oleh As Suyuthi.

Semoga bermanfaat.

Download Panduan Belajar Rumus 'IF' Microsoft Excel .Pdf




Buat teman-teman yang ingin mendalami rumus-rumus excel untuk pembukuan keuangan, management bisnis, sekolahan dan lain-lain saya ada file .pdf nya. Bisa didownload untuk dipelajari kalian semua. Silakan download disini dan disini.


Semoga bermanfaat.

Friday, 7 October 2016

Sejaran Desa Rajadanu - Kuningan


Saya akan sajikan dalam Bahasa Sunda:
Narasumber berupa foto dibawah:

Sasakala Désa Rajadanu
Zaman baheula di tatar Jawa Kulon aya hiji nagara atawa karajaan anu disebut karajaan Galuh. Numutkeun sajarah ieu karajaan téh dirajaan ku Prabu Raja Déwa Wisésa, anu kaceluk kasaktianana dina amarahna. Cék carita lamun Prabu Raja Déwa Wisésa nyiduh kena kana hulu anjing, éta hulu anjing téh bisa bubuk atawa remek.

Prabu Raja Déwa Wisésa ngagaduhan katurunan diantarana anu kapendak dina dongéng anu cikal namina Rahyang Kidul. Saparantosna déwasa, Rahyang Kidul dipercanten neraskeun tahta atawa pamaréntahan nyepeng kalungguhan janten raja di karajaan Galuh kadua. Kusabab tos sepuh jeung tos lami ngabahu denda di karajaan kadua, Rahyang Kidul nyerahkeun karajaan Galuh ka rayina nya éta sepuhna Prabu Pamanahrasa anu gelar Prabu Siliwangi.

Saparantosna karajaan diserahkeun ka Prabu Siliwangi, Prabu Rahyang Kidul muhit diri nyucikeun raga nya éta tatapa di hiji tempat anu jeneng tempat éta caket sumur anu nami sumur Denuh. Dina mangsa tatapa Rahyang Kidul gentos nami janten Raja Resi Wanayasa. Harti tina Raja Resi Wanayasa nya éta Raja hartina yén anjeunna tilas raja, Resi hartina élmu, Wana hartina tempat atawa leuweung, yasa hartina gawé. Jadi Raja Resi Wanayasa téh ngandung harti yén raja keur muhit diri, kaayaan di leuweung bari ngatur  pagawéan.

Saparantosna loba pendatang ti tiap-tiap penjuru, para sesepuh atawa karuhun  didinya nangtukeun yén tempat éta disebut désa Rajadanu. Ngan kusabab aya petunjuk ti luluhur, dina mangsana Prabu Raja Resi Wanayasa cicing di désa Rajadanu disebut Embah Buyut Dalem Tapa. Dugi ka kiwari loba pendatang ti tiap-tiap penjuru ngiring munajat atawa jaroh ngalap barokahna ti Embah Buyut Dalem Tapa kanggo kapentingana masing-masing, misalna waé nu meryogikeun ilham atawa petunjuk dina widang kalahiran atawa widang kabatinan anu heunteu ngalanggar aturan-aturan agama, hususna patokan-patokan agama Islam.

Anu dipantangkeun ku Embah Buyut Dalem Tapa  atawa anu teu direstuan kayaning anu kasebut ngalanggar aturan agama tadi, diantarana teu menang maténi ( maéhan), teu meunang madon (lacur), teu meunang maén (ngadu), teu meunang maling, teu meunang mabok, sareng anu dilarang ku aturan agama. Upamina badé lebet ka éta tempat, kedah nyucikeun heula diri (wudhu) teu kakantun kedah ngalaksanakeun salat lima waktu, kitu nurutkeun carita dongéng anu kapendak ti para kokolot tug nepi ka kiwari. Tapi keur di Rajadanu mah teu aya kuncén anu matok. Dimana aya nu jaroh timana boh timana asal dijajap ku orang Rajadanu insya alloh bakal ditemonan. Éta riwayat singkat asal usul désa Rajadanu anu kapendak ti para sesepuh.


Embah Buyut Limaluhur
Embah Buyut Lima Luhur asalna urang Padang (Minangkabau). Dina zaman harita jenengna Embah Buyut Gombes. Dina zaman karajaan Majapahit aya beja anu katarima kaluar karajaan yen di Majapahit aya munding sakti anu warnana bodas, disebut oge munding bule. Hiji waktu diayakeun saembara adu kebo. Ti Minang Embah Buyut Gombes mawa eneng ( jagir, anak munding), dibawana ku vara dikantongan, tujuanana rek milu saembara adu kebo. Satepina ka karajaan Majapahit, munding bule anu sakti teh nya ayana di Rajadanu gaduhna Embah Buyut Mahesasuro, anu situsna ayeuna disebut Hurung Dapung. Munding gaduhna Mahesasuro teh warnana bule, tandukna sawaktu-waktu sok hurung siga bentang. Sasampena di Majapahit Embah Buyut Gombes ngaluarkan jagir tina kantongna, tuluy diadukeun jeung munding anu aya di Majapahit. Dina carita, kusabab eta jagir lapar anu ahirna lain tarung tapi neangan susu bikangna. Ngan kusabab eta munding teh jalu, ahirna ngenyot kanjut sirit munding. Kusabab getekeun eta munding jalu gede teh lain ngalawan tapi kalah lumpat. Cek pakarepan orang Minang eta munding Majapahit teh eleh, anu ahirna orang Minang ngakukeun “ Aku Minangkabau. . .” Saentosna rengse adu munding anu sawareh mulang ka Minang, mung anu jeneng Embah Buyut Gombes mangguron ( ngaguru ) ka Embah Buyut Dalem Tapa.

Puluhan taun, welasan bulan, lami-lami pendatang di Rajadanu loba anu ngagaduhan riwayat masing-masing kalayan domisili di Rajadanu. Ahirna saparantosna loba pendatang ti tiap-tiap pelosok, Embah Buyut Dalem Tapa ngariungkeun para pendatang eta, pikeun ngabadamikeun perkara anu maksud kudu nyieun pamarentahan di eta tempat. Singget carita anu katarima Enbah Buyut Gombes dibere mandat ku Embah Buyut Dalem Tapa pikeun jadi Lurah, nepi ka kiwari jenengna Embah Buyut Lurah. Situsna aya di Lemah Luhur. Lemah hartina taneuh, luhur hartina tinggi. Para luluhur anu dongkap ka rajadanu, anu sanesna diistenan pikeun ngurus eta lembur. Kayaning Embah Buyut Gedong salaku Sekdes (juru tulis), Embah Buyut Maruyung salaku Ekbangna, sareng para Buyut-buyut nu sanesna pikeun pelengkap di eta tempat. Tepi ka kiwari Enbah Buyut Lurah ngagaduhan wasiat saha bae sareng iraha bae, upamina aya nu bade nyalon kuwu atawa kapala desa sok jaroh ka makom  Embah Buyut Lurah.

Narasumber adalah Tokoh Masyarakat Desa Rajadanu

Thursday, 22 September 2016

Tampat Download Film Paling Populer

Saya adalah pecinta film (hasil download), disaat waktu senggang suka menyempatkan untuk menonton. Paling suka itu saat malam sambil ditemani cemilan dan kopi susu tentunya. Sebagai penikmat film, ingin rasanya berbagi bersama mencari teman satu aliran. Beranjak dari keinginan tersebut, saya akan mencoba menyebarkan virus ini melalui uraian 'cara mendownload film di internet'. Mungkin sudah banyak yang tau tempat download film, tapi tidak menutup kemungkinan masih banyak juga yang belum tau. Mari kita simak bersama uraian tempat-tempat download film pavorit saya dan caranya dibawah ini:


1. TORRENT
Yang pertama adalah situs torrent, saya terbiasa mendownload film di torrent. Saya merasa nyaman mendownload film di torrent, selain list movie nya komplit juga speed yang stabil serta yang paling penting adalah proses download bisa dipause. Di torrent proses download bisa dipause, ketika kita sedang mendownload terus tiba-tiba mendadak ada hal yang menyebabkan kegiatan mendownload harus dipending makan proses bisa dipause dan bisa dilanjutkan kapan saja, sehari kemudian, seminggu, sebulan atau setahun kemudia tidak masalah dan tidak akan menyebabkan gagalnya proses download. Asik kan? Beda dengan mendownload melalui IDM atau download bawaan browser yang ketika dipause kebanyakan saat dilanjutkan selalu mengalami gagal.

Terus donwnload torrent dimana? Caranya gimana?
Oke mari kita jelaskan satu per satu:
Pertama-tama kamu download dulu aplikasi BitTorrent, silakan download disini. Setelah aplikasinya didownload lalu diinstal di laptop/PC agan sampai selesai.

Setelah beres mengistal, maka kita lanjutkan mendownload file torrentnya. Torrent adalah sebuah system sharing file yang unik, tempat donwload film dari torrent langganan saya adalah kat*cr (Kickass), akan tetapi saat ini kat*cr (Kickass) sudah down terkena blokir pihak berwenang Amerika. Tapi jangan risau, tempat download film dari torrent banyak alternativnya, pavorit saya diantaranya:

TorrentKing klik disini
1337x klik disini
YTS (Yify) klik disini

Dan masih banyak lagi, tapi langganan saya ada di tiga situs diatas.

Cara mendowload filmnya seperti ini:
Kamu masuk kesalah satu situs penyedia torrent diatas, pilih mana yang mau dikunjungi dan klik. Saya ambil contoh TorrentKing, Setelah masuk situsnya, maka ketik judul film yang akan kamu cari dikolom searching lalu enter. Setelah judul filmnya muncul, klik gambar film yang dimaksud dan nanti akan muncul banyak barisan judul film dimaksud.



Awas setelah muncul list judul film yang banyak itu, kamu harus milih lagi, klik lah salah satu judul filmnya yang seed peers nya gede (banyak angkanya), seed peers menandakan speed downloadnya, makin tinggi/banyak seed peers maka semakin cepat proses download.


Jika sudah menentukan judul dengan seed peers yang bagus, maka klik lah tombol download disebelah kiri judul dimaksud. Maka akan muncul jendela aplikasi BitTorrent seperti gambar dibawah ini.


Lalu klik lah tombol 'OK' maka proses mendownload film yang dimaksud via aplikasi BitTorrent yang tadi diisntal akan berjalan. Lihat gambar dibawah.



Jika sampai proses ini, kamu tinggal menunggu saja proses download sampai selesai. Jika sudah selesai maka tandanya adalah progres download 100% dan klik kanan pada judul film dalam aplikasi BitTorrent lalu klik 'STOP'. Beres deh.
Hasil download secara default ada di folder Downloads pada laptop/PC, lihat gambar dibawah.


Maka beres deh, tinggal ditonton filmnya.
Ribet? Pusing? Jangan mengeluh dulu gan, coba dulu ikuti proses diatas, percobaan satu saja dulu download film, insyaAlloh jiga berhasil bakalan ketagihan. Serius gan, Torrent itu nyaman, aman dan cepet speednya. Apalagi proses mendownload torrent via aplikasi BitTorrnet bisa lima judul berbarengan. Selamat mencoba.

2. GANOOL
Ganool adalah salah satu situs populer tempat download film, ganool merupakan pemain lama dan sangat profesional dalam pengelolaan koleksi film mereka. Ajib. Katanya pemilik ganool adalah orang Indonesia, entahlah.

Lalu bagaimana cara mendonwload film di ganool? Caranya sangat mudah, mari kita simak bersama:
Pertama kamu masuk ke situs ganool nya, silakan masuk ke sini
Maka penampakannya akan seperti ini, lihat gambar dibawah.


Pilihlah salah satu judul film yang akan kamu download, saya ambil contoh film X-Men: Apocalypse. Klik gambar posternya, maka akan muncul penampakan seperti gambar dibawah ini.



Setelah itu, tinggal klik link downloadnya, lihat gambar diatas yang dilingkari warna merah. Maka setelah itu kamu tinggal mengikuti saja petunjuk selanjutnya. Lihat gambar dibawah.



Ikuti saja sesuai petunjuk yang ada dijendela browsernya. Jangan mikir sulit-sulit dulu, coba dulu gan. Kalau ingin mencari film yang diinginkan, tulis nama judul filmnya di kolom searching di bagian kanan atas lalu enter, maka judul film yang dicari akan bermunculan.
Diganool harus sabar gan, soalnya banyak iklan, tidak cukup sekali dua kali klik, harus berkali-kali. Kuncinya sabar. Proses download dari ganool biasanya lewat aplikasi IDM atau download lewat browsernya langsung.

Selamat mencoba, semoga membantu.
Nambah teman gan, bisa sharing tentang film dengan saya di:
Phone 089 663 125 293
BBM 766254c3

Wednesday, 21 September 2016

Istrimu Sedang Marah? Lakukan Jurus Ini


Kemarin malam, istri ngambek padaku. Penyebabnya adalah gara-gara tumbuh dua bintik jerawat di kening dan bintik-bintik hitam di hidungnya.

"Ini semua gara-gara Abang! Aku jadi jerawatan gini," seru istri padaku.

Setelah beberapa detik terbengong-bengong, aku beranikan diri untuk berucap, "Loh, aku salah apa?"
"Tau, ah." Istriku menutup teleponnya. Saat kutelepon balik, ia tetap tak mau menerima.
Aku terheran-heran. Aneh, kenapa istri yang jerawatan, tapi aku yang disalahin? batinku.
Namun, aku langsung ingat pada satu hukum yang berbunyi:
1. Perempuan tidak pernah salah.
2. Jika ternyata perempuan melakukan kesalahan, penyebabnya pasti laki-laki.
Berkaca dari hukum di atas, maka aku memutuskan untuk minta maaf pada istri.
"Maafkan abang ya Neng. Abang yang sudah menyebabkan jerawat itu muncul secara ugal-ugalan di kening Neng. Maafkan juga karena abang yang menyebabkan komedo tak ngerti adat itu muncul di hidung Neng."
Pesanku tak terbalas. Hingga tadi pagi tiba-tiba ia mengirim pesan,
"Kalau aku ga menarik lagi, apa Abang masih tetap cinta aku?"
Aku membaca pesan itu berkali-kali. Aih, jadi inikah yang menyebabkan istriku ngamuk-ngamuk tadi malam? Ah, mungkin istri takut jerawat itu membuatnya jelek dan tak menarik lagi di mataku, hingga nanti aku main hati dengan wanita lain. Istriku pasti lupa kalau hanya dia satu-satunya wanita yang dulu terpaksa mau nikah sama aku.
Agar menentramkan suasana, aku balas pesan tersebut,
"Abang akan selalu sayang sama Neng. Apapun yang terjadi pada kening dan hidung Neng."
Terjawab kembali, "Bohong. Pasti abang bohong."
"Aku ga bohong, sumprit, Neng."
"Tau ah. Aku ga percaya."
"Aku sayang kamu. Sungguh."
Tak terbalas.
"Kalau tak percaya, belahlah dadaku."
Lagi-lagi tak dibalas.
"Aku siap mengarungi selat Madura hanya untukmu. Tapi aku boleh pakai motor lewat Suramadu, ya?"
Sunyi.
Aku menepuk jidat. Cobaan apa lagi ini, Ya Allah?
Hingga pada siang hari aku memutuskan pergi ke bank, mentransfer gajiku bulan ini ke rekening BRI istri. Setelahnya, kukirim pesan lagi,
"Barusan abang sudah transfer ke rekeningnya Neng, sekian juta. Itu masih sebagian gaji. Sebagiannya lagi abang kirim tiga hari lagi."
Ajaib. Tiba-tiba, handphone-ku berklunting. Pesanku terbalas cepat.
"Kali ini Neng percaya kalau Abang sayang sama Neng. Ah, Neng beruntung punya suami seperti Abang."
Aku menyeka peluh di dahi. Alhamdulillah, akhirnya istri percaya juga padaku.
Ternyata kata TRANSFER, pada jaman sekarang dianggap lebih romantis oleh istri daripada kata CINTA.
Wahai para suami,dengarkanlah wasiatku ini, jika nanti istri Anda tiba-tiba bertanya, "Kalau aku sudah tidak cantik lagi, apakah Mas masih CINTA padaku?"
Maka, segeralah peluk ia dan ucapkan. "Percalah, Sayang. Aku akan selalu TRANSFER padamu."
Pasti nanti istri Anda akan langsung melonjak girang sambil berseru, "Olala, Mas adalah suami yang paling romantis di dunia ini!"

Profil SD Negeri 1 Rajadanu - Kuningan



SD Negeri 1 Rajadanu didirikan pada tahun 1965 diatas tanah milik pemerintah seluas 1.207 m2 berdasarkan keputusan No. 210/PRB/1965 tertanggal  29 September 1965 oleh pemerintah daerah. SD Negeri 1 Rajadanu beralamat di Jl. Raya Desa No. 04 RT 01/RW 01 Dusun I Desa Rajadanu, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, Pos 45555.


SD Negeri 1 Rajadanu secara administratif sudah memenuhi sekolah berstandar baik, terlihat dari kualitas bangunan yang baik, serta dilengkapi dengan pasilitas sarana prasarana yang lengkap.

Detail profil, struktur keorganisasian dan kepegawaian di SD Negeri 1 Rajadanu keadaan Tahun Pelajaran 2016/2017 bisa dilihat dalam uraian dibawah ini:

Nama Sekolah
SD Negeri 1 Rajadanu
NPSN
20212733
Akreditasi
B
Email
sdn1rajadanu@gmail.com
Kepala Sekolah
Betty Sugesti, S.Ag
Bendahara
Yulianingsih, S.Pd.SD
Guru Kelas 1
Munaah, S.Pd.AUD
Guru Kelas 2
Nana Rusdiana, S.Pd
Guru Kelas 3
Ana Triana, S.Pd
Guru Kelas 4
Dede Kuswata, A.Ma
Guru Kelas 5
Fitriya Sulastri, S.Pd.SD
Guru Kelas 6
Yulianingsih, S.Pd.SD
Guru Agama
Anwasi, S.Pd.I
Guru Olahraga
Ade Sutrisna
Guru Mulok Basa Sunda
Cucu Sucihati Lestari, S.Pd
Penjaga Sekolah
Tiryadi
Komite Sekolah
Rukmana



Keadaan Gedung
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Guru
Ruang Kelas 1
Ruang Kelas 2
Ruang Kelas 3
Ruang Kelas 4
Ruang Kelas 5
Ruang Kelas 6
Ruang Perpustakaan
Mushola
WC Guru
WC Siswa
Kantin
Parkiran
Lapangan Upacara

Jumlah siswa 162
Selain itu, SD Negeri 1 Rajadanu juga telah mempunya prasarana memadai seperti media/alat peraga olahraga, kesenian/music, keagamaan, laptop, komputer PC, infocus, soundsystem dan alat peraga pembelajaran.

Jalan di Kuningan Selalu Rusak Walau Sudah di Hotmix


Pesatnya pembangunan infrastruktur yang sedang digenjot akhir-akhir ini, desa-desa mulai merasakan dampaknya. Namun dilema ketidaksempurnaan pembangunan selalu menghantui. Jalan hotmix yang sedang dikerjakan misalnya, seluruh pedalaman Kabupaten Kuningan terkena pembangunan ini, namun dari semua pekerjaan itu jalan berlubang selalu berulang.

Banyak upaya dilakukan untuk menangani bolongan jalan, awal hotmix mulus dan bagus, dua bulan kemudian bolong itu muncul lagi. Contoh hotmix jalan Karangmangu - Nanggerang yang masih baru dikerjakan tapi sudah bolong kembali. Awalnya saya kira akan di cor tapi kenyataan hanya hotmix biasa. Terkadang suka kesal dengan semua pekerjaan, biaya yang begitu besar tak mampu melepas kerusakan yang berulang.

Hotmix serasa menjadi sia-sia ketika bolong terulang, seperti setengah hati dalam melaksanakan pekerjaan ini, tak ada usaha hebat menghentikan bolongan-bolongan itu. Terasa sekedar menghilangkan image bolong sejenak dan laporan keatasan dengan kertas-kertas tanpa makna.

Selain itu, jalur Rajadanu - Japara mengalami kerusakan parah lagi. Dulu pernah ada pekerjaan tambalan, namun terlihat hanya sekedar menambal lalu mereka pergi, hasilnyapun ya seadanya. Seolah hanya untuk menghabiskan uang saja demi SPJ akhir tahun dan pekerjaan diatas meja beres. Sedih.

Saat ini, sudah terlihat kembali gundukan batu keril dan pasir. Tak lain ini semua untuk menambal kembali. Padahal penambalan sudah dilakukan dua kali, kenapa tidak memakai cara lain untuk menangani kebolongan ini? Entahlah. Yang jelas mereka akan melakukan penambalan kembali.

Selamat jalan bolong dan selamat datang bolong. Jalan bolong menjadi sebuah cerita membosankan. Perjalanan ini sudah jenuh ditemani jalan bolong.

Memilih Gubernur Kafir

Akhir-akhir ini ramai dimedia sosial maupun elektronik berkenaan dengan Pemilu Gubernur DKI Jakarta. Banyak pro kontra bermunculan dari proses itu semua, terlepas dari pada itu, saya secara tidak sengaja menemukan sebuah tulisan menggelitik mengenai pro dan kontra pemimpin kafir atau non kafir. Tulisan ini saya ambil dari sebuah akun facebook *https://www.facebook.com/akhmad.sahal.5?fref=nf&pnref=story*


Mari kita simak bersama tulisannya:

HARAMKAH PEMIMPIN NON MUSLIM?
Akhmad Sahal

Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika

Konstitusi RI membolehkan warganya untuk menjabat sebagai pemimpin pemerintahan, apapun agamanya. Pasal 28 D ayat 3 UUD 1945 berbunyi: Setiap warga negara berhak punya kesempatan yang sama dalam pemerintahan.” Namun sebagian kalangan Islam mengharamkan pemimpin non muslim, dengan mengacu Al-Qur’an. Terutama Al Ma’idah 51, Ali Imran 28, dan An Nisa’ 144. Apakah ini berarti konstitusi RI membolehkan sesuatu yang diharamkan Al-Qur’an?
Ayat-ayat tersebut intinya melarang menjadikan non-muslim sebagai auliya. Pangkal masalahnya terletak pada terjemahan kata auliya. Terjemahan Al-Qur’an Departemen Agama mengartikannya sebagai “pemimpin.” Tapi apakah terjemahan ini akurat? Bandingkan dengan terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Inggris, yang ternyata tak satupun mengartikan auliya sebagai pemimpin, melainkan teman dekat, sekutu, atau penolong. Yusuf Ali dalam The Meaning of the Holy Qur’an menerjemahkan auliya’ dengan friends and protectors. Dalam The Message of the Qur’an Yusuf Ali, dan The Qur’an M.A.S Abdel Haleem, terjemahannya allies. Dalam The Glorious Qur’an Marmaduke Pickthal dan The Koran N.J. Dawood, friends. Sedangkan dalamThe Qur’an T.B. Irving, sponsors.
Pertanyaannya, apakah ayat-ayat di atas adalah tentang larangan memilih pemimpin non muslim , atau larangan menjalin aliansi dengan non-muslim. Mari tengok asbabun nuzul-nya, yakni situasi dan peristiwa yang menyebabkan turunnya ayat-ayat tersebut. Ini karena ayat Qur’an umumnya hadir sebagai respon Ilahi terhadap kejadian yang dialami Nabi dan Sahabat. Sehingga untuk mengetahui makna persis suatu kata atau ungkapan dalam suatu ayat, asbabun nuzul yang merupakan konteks pewahyuannya tak bisa diabaikan.
Konteksnya Peperangan
Dalam Tafsir Al-Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, para ulama tafsir berbeda pendapat tentang asbabun nuzul QS 5;51. Satu riwayat menuturkan, turunnya ayat tersebut berkaitan dengan Perang Uhud. Dalam situasi kekalahan, ada prajurit muslim yang bermaksud meminta perlindungan kepada kaum Yahudi dan Nasrani. Lalu turunlah larangan menjadikan Nasrani dan Yahudi sebagai auliya.
Menurut riwayat lain, ayat tersebut turun saat Perang Khandaq, ketika Nabi dan kaum muslim dikepung kaum kafir Quraisy. Sahabat Nabi bernama ‘Ubadah bin Shamit yang punya kedekatan dengan kaum Yahudi menawarkan bantuan tentara dari sekutunya kepada Nabi. Abdullah bin Ubay bin Salul juga menawarkan hal yang sama. Maka turunlah teguran dari Tuhan untuk tidak beraliansi dengan Yahudi dan Nasrani. Dan kemudian terbukti kabilah Yahudi Bani Quraidzah bersekongkol dengan kafir Quraisy memerangi umat islam. Tetapi ‘Abdullah bin Ubay tetap mempertahankan aliansinya dengan kaum Yahudi, sambil seakan-akan tetap setia pada Nabi. Loyalitas mendua seperti ditunjukkan Abdulah bin Ubay ini dikecam keras oleh Al-Qur’an sebagai munafiqun (QS: 142- 144).
Bagaimana dengan QS 3: 28? Muhammad Abduh menegaskan, ayat ini turun menjelang penaklukan kota Mekah. Sahabat bernama Hathib bin Abi Balta’ah yang mempunyai menjalin korespondensi dengan kerabatnya di Mekah, memberitahu mereka tentang rencana ekspedisi tentara muslim ke Mekah, agar mereka mengamankan diri dan menjaga harta Hathib. Tapi korespondensi ini dipergoki oleh sejumlah sahabat dan dilaporkan ke Nabi. Lalu turunlah ayat ini.
Yang dimaksud dengan menjadikan non muslim sebagai auliya adalah meminta pertolongan atau menjalin pertemanan yang begitu dekatnya dengan mereka sehingga sampai pada tingkat saling menceritakan rahasia masing-masing. Di ayat lain , auliya disebut bithanah, yang berkonotasi “orang kepercayaan” yang mengetahui kondisi internal sekutunya. Dalam situasi perang, hal itu tentu saja bisa membahayakan kaum muslim sendiri, karena dengan begitu, pihak musuh jadi tahu tentang kekuatan dan kondisi internal mereka. Karena itu wajar kalau dilarang.
Namun dalam situasi damai, larangan tersebut dengan sendirinya tidak berlaku. Ini ditegaskan Rasyid Ridha yang menyatakan, ayat-ayat larangan menjalin persekutuan dengan non muslim tidaklah berlaku mutlak, melainkan situasional: konteks peperangan. Ada tiga alasan. Pertama, Nabi sendiri pernah beraliansi dengan kabilah musyrik yang tidak memerangi umat Islam, yakni kabilah Khuza’ah. Kedua, yang dilarang adalah aliansi yang berdampak negatif terhadap umat Islam yang mengarah pada terabaikannya Islam, merugikan umat, dan menceredai kepentingan mereka (khidzlan li dinik, idza’un li ahlih, idha’atun li mashalihihim ) Ketiga, QS 60: 8 membolehkan “berbuat baik dan berlaku adil” terhadap pemeluk agama lain yang tidak memerangi dan mengusir dari tanah kelahiran umat Islam.(Tafsir Al Manar, V., 278-279).
Bisa kita simpulkan, terjemahan kata auliya yang lebih konsisten dengan asbabun nuzul QS 5: 51, 3: 28 dan 4: 144 bukanlah “pemimpin,” melainkan “sekutu, teman dekat, penolong.” Ayat-ayat tersebut bukanlah tentang larangan mengangkat pemimpin dari non muslim, melainkan larangan menjalin aliansi dengan mereka dalam konteks peperangan. Dalam situasi damai, aliansi antara muslim dan non muslim dibolehkan.
Ada juga sih yang tetap ngotot untuk mengharamkan memilih pemimpin non-muslim dengan bersandar pada ayat di atas. Logikanya: kalo menjalin aliansi dengan nonmuslim saja dilarang, apalagi menjadikannya sebagai pemimpin.
Jawaban saya: ayat2 tersebut tidaklah berlaku mutlak melainkan situasional. Kalaupun kata "auliya" dimaknai sebagai pemimpin, larangan menjadikan non-muslim sebagai pemimpin pun hanya berlaku dalam konteks peperangan, manakala kaum non muslim nyata-nyata memerangi umat Islam. Ayat-ayat perang semacam ini tak bisa diterapkan begitu saja dalam konteks perdamaian. Menerapkan ayat2 peperangan untuk konteks perdamaian (seperti di Indonesia saat ini) jelas sebuah kerancuan cara bepikir yang fatal. Di sinilah pentingnya mengetahui asbabun nuzul dan rujukan kitab2 tafsir untuk bisa memahami suatu ayat. Tak.


Atas dasar itu, Kemenag sepertinya perlu merevisi terjemahan kata auliya pada ayat-ayat tersebut, dengan mempertimbangkan asbabun nuzulnya. Terjemahan yang tidak akurat terbukti menimbulkan salah pengertian yang meluas di kalangan sebagian muslim, seakan konstitusi RI yang membolehkan pemimpin non muslim bertentangan dengan Al-Qur’an. Padahal sejatinya antara keduanya tak ada pertentangan sama sekali.
Eksekutif, Bukan Khalifah
Bahkan kalaupun ayat-ayat di atas dimaknai sebagai pelarangan terhadap pemimpin non muslim, penerapannya untuk konteks Indonesia juga bermasalah.
Fikih politik klasik memang menyatakan pemimpin harus muslim. Tapi harap diingat, pemimpin di sini adalah khalifah, yang oleh Al-Mawardi dalam Al Ahkam Al-Sulthaniyah digambarkan sebagai pengganti kepemimpinan Nabi dalam hal hirasatut din wa siyasatut dunya, menjaga agama dan mengatur urusan dunia. Dengan kata lain, pemimpin yang mengemban tugas keislaman yang strategis, misalnya menjadi mujtahid yeng menggali hukum Islam dari Qur’an dan Sunnah, serta memimpin jihad.
Pemimpin dalam demokrasi modern bukanlah pengganti peran Nabi, dan sama sekali tak mengemban tugas keislaman strategis. Ia tak lebih sebagai administrator yang bertugas mengelola urusan publik. Dalam demokrasi, pemimpin hanyalah eksekutif atau pelaksana mandat dari rakyat sebagai pemegang kedaualatan tertinggi. Tidak seperti khalifah yang memegang kedaulatan tertinggi, pemimpin demokrasi dikontrol oleh parlemen, dan kebijakannya harus tunduk pada konstitusi. Kekuasaannya tidak tak terbatas.
Singkatnya, pemimpin yang kita pilih dalam demokrasi bukanlah khalifah, melainkan eksekutif yeng mengelola urusan rakyat, semacam “petugas” rakyat. Menerapkan kriteria-kriteria khalifah, seperti keharusan beragama Islam, untuk pemimpin semacam ini jelas salah alamat.
Yang harus diingat, prinsip utama dalam Islam menyangkut politik, termasuk kepemimpinan, berporos pada kemaslahatan publik atau kepentingan rakyat. Jadi asalkan tercipta pemerintahan yang bersih, amanah, bebas korupsi, dan terbangun tatanan sosial yang egaliter dan berkeadilan sosial, itu sesuai dengan Islam. Pemimpinnya, yakni pemegang kuasa eksekutifnya, bisa muslim, atau non muslim.
* Versi lebih pendek tulisan ini dimuat di Koran Tempo, 25/ 4/ 2016.

Bismillah tawakaltu'alalloh.
Semoga Alloh memberi Rahmat dan Ridhonya kepada kita semua. Aamiin.